Rahasia Sang Pioner
Sungguh luar biasa, masyarakat bejat bisa berubah jadi bermartabat.
Sungguh luarbiasa, masyarakat bagai binatang tiada harga diri bisa
berubah jadi bintang yang memancarkan kemuliaan. Sungguh luarbiasa,
masyarakat yang sedang di tepi jurang kehancuran, fantastis sekali bisa
selamat bahkan menjadi negara hebat. Sungguh luarbiasa, negeri yang
sama sekali tidak dilirik oleh kaum penjajah karena tanah dan
penduduknya tidak ada yang dapat diambil apapun darinya, bisa berubah
menjadi negara besar bahkan bisa mengalahkan dua negara superpower saat
itu (Persia dan Romawi). Subhanallah! Tentu hanya manusia luar biasa
pula yang mampu membimbing dan merubah masyarakat seperti ini. Dialah
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Manusia luar biasa yang bernama Muhammad saw ini tentunya memiliki
sifat-sifat hebat sehingga dapat mengatasi segala macam tantangan,
meluruskan seabrek sifat dan karakter buruk manusi dan menaklukkan
musuh- musuhnya. Ya, sifat-sifat hebat itu ada empat.
Sifat yang pertama adalah shiddiq (benar). Sifat benar ini meliputi empat dimensi diri sekaligus.
1. Benar dalam niat, motivasi sehingga melahirkan prilaku sangat
terpuji , sangat berkualitas dan mendapat ridlo Allah serta menawan dan
mengikat hati setiap manusia.
2. Benar dalam ucapan, tidak pernah mencela, mencaci apalagi mendustai siapapun sehingga ia mendapat kepercayaan penuh.
3. Benar dalam amal, tidak basa basi sehingga memberikan manfaat lahir dan batin serta melahirkan banyak simpati.
4. Benar dalam sikap, tidak pilih-pilih dalam bergaul. Semua orang
dihadapi dengan perlakuan yang sama. Sama-sama dihargai. Sikap seperti
ini menimbulkan kewibawaan yang mengayomi sesamanya.
Sifat yang kedua adalah amanah (bisa dipercaya). Sifat amanah ini meliputi tiga dimensi kehidupan sekaligus.
1. Amanah dalam dakwah, dijalankan dengan penuh kesungguhan yang
dibuktikan dengan pengorbanan waktu, tenaga dan dana demi hidayah itu
sampai ke seluruh manusia.
2. Amanah dalam memegang jabatan, dengan mendahulukan terlaksananya
seluruh kewajiban sebagai pemimpin tertinggi kaum muslimin. Seluruh yang
dipimpinnya tak satupun dirugikan dan dizalimi. Semua merasa
terlindungi, aman dan terjaga harga dirinya.
3. Amanah dalam keluarga, dengan menjadi ayah yang bijak dan suami
yang penuh kasih saying kepada istri. Sehingga istri mencurahkan
kesetiaannya mengikuti perjalanan kepemimpinan suami. Anak-anakpun
memberikan rasa hormat dengan setingi-tingginya
Sifat yang ketiga adalah fathonah (cerdas).
Rasulullah saw cerdas secara intelektual , dengan kemampuan memahami
dan menghafalkan 30 juz Al Qur’an sehingga membuat hati tidak
ragu-ragu menerimanya, bahkan semakin terpikat dan terikat oleh
kesadaran akan hidayah Allah yang benar itu.
Beliau juga cerdas secara emosional , menghadapi segala permasalahan
dengan irama hati yang bijak, tidak mudah marah bahkan selalu dengan
mudah memaafkan dan membalas kejahatan yang diterimanya dengan kebaikan
sehingga membuat manusia yang semula benci jadi tertarik masuk agama
Islam. Yang semula memusuhi beliau , menjadi pembela.
Beliau cerdas emosional, tidak mudah tersulut kemarahannya tapi
selalu saja beliau tersenyum menghadapi suasana emosi orang lain
padanya. Kadang ketegasan bila diperlukan pada saat yang tepat, beliau
tunjukkan. Kepiawaian beliau menyetir emosional diri melahirkan rasa
lapang dada, kesejukan dan cinta siapapu yang berdialog dengannya.
Dan yang tidak ketinggalan, beliau juga cerdas secara spiritual.
Kecintaan, kesungguhan dan keistiqamahan beliau untuk selalu taqarrub
pada Allah menjadi teladan tak terbantahkan untuk ikut meniru ibadahnya.
Sehingga ajakan apapun yang disampaikan tidak terasa berat untuk
dilaksanakan. Justru terpacu dan bergairah untuk merasakan nikmatnya
memperbanyak ibadah.
Adapun sifat yang keempat adalah tabligh (menyampaikan).
Beliau tidak pernah menyembunyikan risalah yang harus beliau
sampaikan kepada umatnya. Beliau saw pintar dalam berdakwah. Siapapun
yang didakwahi senantiasa pas di hati. Siapapun dia merasa mendapatkan
kesempatan emas untuk menjadi manusia terbaik dan dihargai bila
mendengar dakwahnya. Yang paling bodoh bisa memahami dakwahnya dan yang
paling pintarpun puas dengan penjelasannya tentang Islam.
Subhanallah, inilah empat hal penting yang seharusnya menjadi sifat
andalan kita jika ingin sukses, menyatu dengan masyarakat , dinanti
kedatangannya, ditunggu-tunggu nasehatnya dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang bermartabat, damai dan bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar